
Cileungsi – Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI) kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader dakwah berkarakter pemimpin. Jumat, 31 Oktober 2025, PPAI sukses menyelenggarakan Serial Kuliah Kepemimpinan PPAI secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum PPAI, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., yang menyampaikan materi esensial bertema: “Refleksi Sumpah Pemuda Dalam Nilai Kebangsaan, Persatuan, Dan Kebangkitan Pemuda Dalam Perjuangan Mengisi Kemerdekaan Perspektif Kepemimpinan.” Kuliah Kepemimpinan ini diikuti oleh ratusan kader dakwah PPAI dari berbagai tingkatan dan wilayah, menunjukkan soliditas persatuan pemuda di bawah naungan organisasi.
Fondasi Kebangsaan dan Visi Kolektif Pemuda
Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., dalam paparannya, memulai dengan menegaskan bahwa refleksi Sumpah Pemuda adalah penegasan kembali bahwa semangat kebangsaan, persatuan, dan kebangkitan pemuda merupakan fondasi bagi pembangunan bangsa. Beliau, yang juga dikenal sebagai Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, menyampaikan bahwa nilai-nilai historis Sumpah Pemuda harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata mengisi kemerdekaan. Dalam perspektif kepemimpinan, Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran moral yang mendalam dan visi kolektif yang kuat, bukan hanya ambisi. Tugas utama Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia saat ini adalah memastikan nilai kebangsaan tetap menjadi panduan dalam setiap langkah kepemimpinan.
Kepemimpinan Qur’ani Sebagai Spirit 1928
Ketua Umum PPAI yang juga seorang Notaris & PPAT Jakarta ini, menggarisbawahi harapan besar kepada Pemuda Indonesia masa kini untuk mampu menghidupkan kembali spirit 1928 melalui praktik kepemimpinan yang berlandaskan Al-Qur’an dan integritas. Beliau memaparkan tiga pilar utama kepemimpinan yang harus dimiliki oleh setiap kader PPAI sebagai generasi pemimpin Indonesia baru:
Kepemimpinan Visioner yang Berorientasi pada Kemajuan Bangsa
Kepemimpinan visioner menuntut pemuda untuk tidak terjebak pada persoalan harian, melainkan fokus merencanakan masa depan pembangunan bangsa yang lebih cerah. Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman menekankan bahwa visi ini harus terarah pada kemajuan bangsa di segala sektor. Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia harus menjadi arsitek masa depan, menggunakan Al-Qur’an sebagai kompas menuju kebangkitan pemuda yang paripurna.
Kepemimpinan Berintegritas yang Menegakkan Nilai Moral dan Kejujuran
Pilar kedua adalah kepemimpinan berintegritas. Integritas, menurut Ketua Umum PPAI, adalah kunci untuk mengisi kemerdekaan secara bermartabat. Kepemimpinan berintegritas berarti selalu menegakkan nilai moral dan kejujuran, menjauhi praktik tercela yang dapat merusak persatuan dan merugikan negara. Melalui Kuliah Kepemimpinan PPAI ini, kader dakwah didorong untuk menjadi agen anti-korupsi yang teguh pada prinsip nilai kebangsaan.
Kepemimpinan Kolaboratif yang Mampu Membangun Sinergi Lintas Sektor dan Generasi
Pilar ketiga, kepemimpinan kolaboratif, menjadi keharusan di tengah kompleksitas Indonesia. Pemuda harus mampu membangun sinergi lintas sektor dan generasi. Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., mengajak seluruh peserta untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja sama demi tercapainya cita-cita Sumpah Pemuda. Persatuan pemuda adalah modal sosial terbesar untuk keberlanjutan pembangunan bangsa.
Peran Strategis Kader Dakwah PPAI dalam Mengisi Kemerdekaan
Partisipasi masif kader dakwah PPAI dari Pengurus Pusat hingga daerah dalam Kuliah Kepemimpinan ini membuktikan bahwa PPAI tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga pemimpin. Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman menegaskan bahwa kebangkitan pemuda saat ini adalah kebangkitan intelektual dan moral. Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan etos kerja yang tinggi. Perspektif kepemimpinan yang dibawa PPAI bertujuan untuk mencetak ulama yang berwawasan luas, profesional yang berakhlak, dan politisi yang jujur.
Pemimpin Indonesia Baru: Berpikir Global, Berakar Nasional
Refleksi Sumpah Pemuda menjadi sumber inspirasi utama bagi PPAI dalam melahirkan generasi pemimpin Indonesia baru. Pemimpin yang dicita-citakan adalah mereka yang mampu berpikir global dalam memandang tantangan dunia, namun tetap memiliki berakar nasional yang kuat pada Pancasila dan nilai kebangsaan. Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman menekankan pentingnya berjiwa pengabdian sebagai ciri utama pemuda yang memegang teguh ikrar Sumpah Pemuda. Visi kolektif ini harus menjadi semangat persatuan pemuda di seluruh Indonesia.
Penutup dan Komitmen Lanjutan PPAI
Sebagai penutup, Ketua Umum PPAI mengajak seluruh kader dakwah PPAI untuk menjadikan tiga pilar kepemimpinan ini sebagai pedoman hidup. PPAI berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program edukatif seperti Kuliah Kepemimpinan PPAI ini, demi memastikan Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia siap menjadi pemimpin yang menjamin kelangsungan pembangunan bangsa dan keutuhan persatuan. Semangat Sumpah Pemuda harus abadi dalam jiwa setiap pemuda Indonesia.





