Latihan Kepemimpinan I Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI)

Membentuk Kader Muda Qur’ani Berkarakter, Berilmu, dan Berjiwa Pemimpin

Bogor, Sabtu 23 Agustus 2025 – Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI) bersama elTAHFIDH Adventure sukses menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan (LK) I bagi siswa kelas 10 SMA Qur’an elTAHFIDH. Kegiatan ini berlangsung di kawasan alam Gunung Butik, Sukamakmur, Bogor, dengan diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari para santri penghafal Al-Qur’an.

Acara yang digagas oleh PPAI ini menjadi salah satu program unggulan dalam rangka membina dan mencetak generasi muda Qur’ani yang tidak hanya menguasai hafalan, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan, mental yang kuat, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Pembukaan dengan Semangat Qur’ani

Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis pagi dengan apel pelepasan peserta. Apel pembukaan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PPAI, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ketua Bidang Al-Qur’an & Bahasa PPAI, Ust. Sa’dul Hayyi Mufid, Lc., M.E., Alhafidh.

Dalam sambutannya, Ust. Sa’dul Hayyi Mufid menyampaikan pesan penting tentang arti kepemimpinan dalam Islam. Beliau menegaskan bahwa seorang penghafal Al-Qur’an memiliki tanggung jawab lebih, tidak hanya menjaga hafalannya, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan perilaku. “Santri Qur’ani harus mampu menjadi pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri, dan kelak untuk umat,” ungkapnya penuh semangat.

Proses Pembinaan, Pelatihan, dan Penguatan Karakter

Selama tiga hari, para peserta ditempa dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, disiplin, serta penguatan mental spiritual. Kegiatan mencakup materi kepemimpinan dasar, simulasi problem solving, manajemen diri, hingga outbond bernuansa islami yang dipandu oleh tim elTAHFIDH Adventure.

Selain itu, terdapat sesi muroja’ah jama’i (mengulang hafalan Al-Qur’an secara bersama) setiap pagi dan malam, sebagai bentuk penguatan identitas peserta sebagai santri penghafal Al-Qur’an. Hal ini menegaskan bahwa nilai Qur’ani tetap menjadi fondasi utama dalam seluruh rangkaian pelatihan.

Para peserta juga diajak untuk merenungi makna perjuangan melalui sesi tadabbur alam yang dipandu oleh para asatidz. Dalam kegiatan ini, peserta diajak menyusuri hutan dan perbukitan Gunung Butik, sambil mendengarkan renungan tentang makna kehidupan, keteguhan iman, dan peran pemuda dalam dakwah Islam.

Puncak Acara: Apel Penutupan

Setelah melewati proses pembinaan dan pelatihan intensif, kegiatan ditutup dengan apel penutupan pada Sabtu sore. Penutupan kembali dipimpin oleh Ust. Sa’dul Hayyi Mufid, Lc., M.E., Alhafidh yang mewakili Ketua Umum PPAI.

Dalam momen berharga ini, dilaksanakan prosesi penyematan slayer kepada seluruh peserta sebagai simbol kelulusan. Slayer tersebut bukan sekadar kain tanda, melainkan lambang kesiapan para peserta untuk menjadi kader muda Qur’ani yang siap mengemban amanah kepemimpinan di masa depan.

Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti prosesi tersebut. Para peserta terlihat meneteskan air mata, bukan hanya karena rasa bangga telah berhasil melewati rangkaian pelatihan, tetapi juga karena kesadaran bahwa mereka sedang menapaki jalan perjuangan yang lebih besar: jalan dakwah Al-Qur’an.

Harapan dan Doa untuk Generasi Qur’ani

Dalam penutupannya, Ust. Sa’dul Hayyi Mufid menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas terlaksananya kegiatan ini. “Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan, kelancaran, dan menambah semangat para santri dalam menuntut ilmu. Kami berharap LK I ini menjadi langkah awal terbentuknya generasi pemuda Qur’ani yang berkarakter, berilmu, dan siap menebar nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.

Para peserta pun menyampaikan kesan yang mendalam. Salah seorang santri mengaku sangat terkesan dengan materi kepemimpinan dan kebersamaan yang dirasakan selama kegiatan. “Saya belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga bagaimana mengendalikan diri, menjaga amanah, dan menebarkan kebaikan,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Melahirkan Pemimpin Masa Depan

Kegiatan LK I ini menjadi bukti nyata bahwa PPAI terus konsisten dalam berkontribusi membina generasi Qur’ani. Program ini diharapkan bukan hanya berhenti pada pelatihan dasar, tetapi akan berlanjut pada tingkatan yang lebih tinggi untuk mencetak pemimpin muda Islam yang mumpuni.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, hadirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang berkarakter kuat, berwawasan luas, dan memiliki jiwa kepemimpinan, menjadi harapan besar bagi umat. Latihan Kepemimpinan I PPAI di Bogor ini adalah salah satu ikhtiar nyata dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Penutup

Dengan berakhirnya kegiatan Latihan Kepemimpinan I, semangat para santri semakin menyala. Mereka pulang membawa bekal pengalaman, ilmu, dan motivasi baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih dari itu, mereka pulang sebagai kader muda Qur’ani yang siap memimpin, menginspirasi, dan menebarkan cahaya Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.

“Semoga Allah menjadikan langkah-langkah kecil ini sebagai bagian dari upaya besar membangun peradaban Qur’ani di negeri tercinta,” demikian doa yang mengiringi perpisahan para peserta dengan para pembina.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top