
BOGOR – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan moral dan perilaku generasi muda di Indonesia, pendidikan berbasis nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu solusi strategis dalam membangun karakter bangsa. Fenomena tawuran pelajar, penyalahgunaan media sosial, pergaulan bebas, hingga menurunnya budaya keteladanan menjadi isu yang kerap menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah tantangan tersebut, kehadiran generasi penghafal Al-Qur’an atau hafidz Qur’an dipandang memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan positif di lingkungan masyarakat. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Wisuda Qur’an ke-9 elTAHFIDH Indonesia yang diselenggarakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, dengan diikuti 170 wisudawan dan wisudawati.
Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri oleh KH. Dr. Muslih Abdul Karim, MA selaku Founder & Pengasuh elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn. selaku Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, juga turut hadir Drs. Adi Henryana, AP., M.Si. selaku Camat Cileungsi yang hadir mewakili Bupati Kabupaten Bogor.
Kehadiran pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an dalam pembinaan generasi muda.
Dalam sambutannya, Camat Cileungsi menyampaikan apresiasi terhadap peran elTAHFIDH Indonesia yang terus menghadirkan pembinaan generasi Qur’ani di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan hafidz Qur’an tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam hafalan, tetapi juga menjadi teladan bagi anak-anak muda.
“Hafidz Qur’an dinilai mampu menjadi solusi krisis moral remaja. Kehadiran mereka dapat memberikan pengaruh positif dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman saat ini,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi relevan dengan kondisi sosial yang saat ini menjadi perhatian nasional. Berbagai kalangan menilai bahwa tantangan terbesar bangsa tidak hanya terletak pada pembangunan ekonomi atau teknologi, tetapi juga pada pembangunan karakter generasi penerus.
Di era digital, remaja menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga perubahan pola interaksi sosial menuntut hadirnya figur teladan yang mampu memberikan arah dan nilai kehidupan yang kuat.
Melalui pembinaan berbasis Al-Qur’an, para hafidz diharapkan tidak hanya menjadi penghafal ayat, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan hadir sebagai agen perubahan sosial, penggerak dakwah, sekaligus teladan moral di lingkungan masyarakat.
Wisuda Qur’an ke-9 elTAHFIDH Indonesia pun menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Acara ini menjadi simbol lahirnya generasi Qur’ani yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Dengan jumlah 170 wisudawan dan wisudawati, kegiatan ini mempertegas komitmen elTAHFIDH Indonesia dalam mencetak generasi berintegritas, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman.







