SUKABUMI – Di tengah kabut tipis dan rimbunnya vegetasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sebuah momentum bersejarah bagi regenerasi kepemimpinan Islam baru saja terukir. Sebanyak 28 kader pilihan yang tergabung dalam elTAHFIDH Adventure sukses menyelesaikan agenda Latihan Kepemimpinan III PPAI Ikhwan yang berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan fisik biasa, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk membentuk pemimpin berakhlak Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman dengan integritas spiritual yang kokoh.

Urgensi Karakter dalam Kepemimpinan Modern
Dunia hari ini membutuhkan lebih dari sekadar pemimpin yang cerdas secara intelektual. Kita membutuhkan figur yang memiliki kompas moral yang bersumber dari wahyu. PPAI (Pondok Pesantren Al-Qur’an Ittifaqul Qur’an) memahami bahwa untuk melahirkan transformator sosial, proses pendidikan harus menyentuh aspek ruhiyah (spiritual), fikriyah (intelektual), dan jasadiyah (fisik).
Latihan Kepemimpinan III ini dirancang sebagai tahap lanjut bagi para kader yang telah melewati proses seleksi dan pembinaan intensif sebelumnya. Melalui tema sentral membentuk pemimpin berakhlak Qur’ani, PPAI ingin memastikan bahwa setiap alumni elTAHFIDH Adventure memiliki standar moral tertinggi, yakni Al-Qur’an sebagai akhlaknya, sebagaimana Rasulullah SAW.

Napak Tilas Perjuangan: Outbond dan Longmarch PPAI
Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan yang khidmat di kaki gunung. Semangat kebersamaan terpancar dari wajah 28 kader ikhwan yang siap ditempa. Agenda utama dalam pelatihan ini meliputi:
1. Pembekalan Materi Strategis
Para peserta tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga diberikan wawasan mendalam mengenai manajemen organisasi, retorika dakwah, dan strategi kepemimpinan berbasis sirah nabawiyah. Materi ini menjadi fondasi agar para kader memiliki visi yang jelas dalam berkhidmat di masyarakat nantinya.
2. Outbond: Membangun Teamwork dan Ketangkasan
Melalui simulasi Outbond PPAI, para peserta diuji kemampuannya dalam memecahkan masalah (problem solving), koordinasi tim, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan. Setiap permainan dirancang untuk mengikis ego pribadi dan menumbuhkan semangat ukhuwah islamiyah.
3. Longmarch: Uji Ketahanan Jasmani dan Mental
Puncak dari kegiatan fisik adalah longmarch PPAI melintasi medan terjal Gunung Halimun. Jarak yang jauh dan medan yang menantang menjadi analogi dari panjangnya nafas perjuangan seorang aktivis dakwah. Di sinilah ketahanan fisik diuji, sementara zikir yang tak putus dari lisan para peserta menjadi bahan bakar mental mereka.
“Seorang pemimpin tidak lahir di zona nyaman. Mereka ditempa oleh kesulitan, dibentuk oleh ujian, dan dikuatkan oleh Al-Qur’an,” ungkap salah satu instruktur pendamping.

Menuju Kader PPAI yang Berintegritas
Pelaksanaan Latihan Kepemimpinan III ini secara resmi ditutup oleh pengurus pusat. Mengingat kesibukan Ketua Umum PPAI, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn, beliau diwakili oleh Ust. Romi Arles, S.Pd., Alhafidh.
Dalam sambutan penutupnya, Ust. Romi Arles menekankan bahwa gelar “pemimpin” bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mengabdi. Beliau berpesan agar para kader elTAHFIDH Adventure tetap menjaga hafalan Al-Qur’an mereka di mana pun mereka berada.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Harapan kami, melalui Latihan Kepemimpinan III PPAI ini, lahir kader-kader yang tidak hanya hafal Al-Qur’an secara lisan, tetapi juga mengamalkannya dalam tindakan nyata. Kita butuh pemimpin yang sehat, kuat, cerdas, berintegritas, dan yang terpenting adalah membentuk pemimpin berakhlak Qur’ani sebagai identitas utama mereka,” ujar Ust. Romi Arles.
Profil Peserta: elTAHFIDH Adventure
Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan anggota elTAHFIDH Adventure, sebuah unit kegiatan di bawah PPAI yang berfokus pada tadabbur alam dan pengembangan kepemimpinan berbasis alam bebas. Pendekatan ini dipilih karena alam semesta adalah ayat-ayat kauniyah Allah yang mampu melembutkan hati dan memperluas cakrawala berpikir.
Sebanyak 28 kader yang terlibat kali ini adalah mereka yang telah menunjukkan konsistensi dalam hafalan Al-Qur’an serta aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Mereka dipersiapkan untuk menjadi pionir di daerah asal masing-masing, membawa misi dakwah yang sejuk dan solutif.

Target Akhir: Pemimpin yang Menghafal dan Mengamalkan
Ada lima pilar utama yang menjadi target dari Latihan Kepemimpinan III PPAI ini:
- Hafidz Al-Qur’an: Menjaga kemurnian kalamullah dalam dada.
- Amil Al-Qur’an: Menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai standar perilaku sehari-hari.
- Integritas Tinggi: Jujur dan amanah dalam memegang tanggung jawab.
- Kecerdasan Strategis: Mampu membaca peluang dan tantangan zaman.
- Kesehatan Fisik: Memiliki raga yang kuat untuk menopang beban dakwah.
Diharapkan, sekembalinya dari Gunung Halimun, para kader ini menjadi “Al-Qur’an berjalan” yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan keluarga, organisasi, hingga tingkat nasional.
Kesimpulan
Keberhasilan penyelenggaraan Latihan Kepemimpinan III PPAI di Sukabumi ini menjadi angin segar bagi masa depan kepemimpinan umat. Dengan sinergi antara ketangkasan fisik melalui Outbond dan longmarch PPAI serta penguatan spiritual, upaya membentuk pemimpin berakhlak Qur’ani bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun secara bertahap.
Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah kader PPAI, menguatkan pundak mereka dalam memikul amanah, dan menjadikan mereka cahaya bagi kegelapan umat. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Informasi Tambahan:
- Kegiatan: Latihan Kepemimpinan III PPAI Ikhwan
- Lokasi: Gunung Halimun, Sukabumi, Jawa Barat
- Tanggal: Rabu, 14 Januari 2026
- Penyelenggara: PPAI (elTAHFIDH Adventure)

