
Cileungsi, 26 September 2025 – Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI) kembali menggelar Kuliah Kepemimpinan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum PPAI, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., yang menyampaikan materi penting tentang “Pentingnya Tarbiyah dalam Pembentukan dan Pengembangan Organisasi Perspektif Imam Hasan Al-Banna dan Relevansinya untuk PPAI.”
Kuliah kepemimpinan ini diikuti oleh kader dakwah PPAI dari berbagai wilayah, mulai dari Pengurus Pusat hingga daerah. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen PPAI dalam melahirkan pemimpin Qur’ani yang berkarakter, tangguh, dan siap mengemban amanah membangun peradaban Islam serta bangsa Indonesia.
Tarbiyah sebagai Pondasi Organisasi
Dalam penyampaiannya, Ketua Umum PPAI menegaskan bahwa tarbiyah adalah pondasi utama dalam membentuk organisasi yang kuat, berkarakter, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa organisasi tidak hanya bergantung pada program, struktur, atau sistem kerja, tetapi lebih kepada manusia yang ada di dalamnya.
Pemikiran ini selaras dengan pandangan Imam Hasan Al-Banna, seorang tokoh besar pembaharu Islam abad ke-20, yang mengajarkan bahwa organisasi sejati adalah organisasi yang menumbuhkan manusia di dalamnya. Dengan tarbiyah yang berkesinambungan, sebuah organisasi dapat melahirkan pribadi matang, pemimpin amanah, serta pelayan masyarakat yang tulus dan ikhlas.
“Organisasi akan lemah tanpa tarbiyah. Ia bisa runtuh meski memiliki program yang besar, jika manusia di dalamnya tidak dibina dengan baik. Tarbiyah-lah yang membuat organisasi hidup dan terus berkembang,” jelas Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman.
Dimensi Tarbiyah Menurut Imam Hasan Al-Banna
Imam Hasan Al-Banna menekankan bahwa tarbiyah mencakup pembinaan iman, akhlak, wawasan, dan semangat amal. Ia bukan sekadar aktivitas belajar, melainkan proses panjang yang melibatkan hati, pikiran, dan tindakan. Tarbiyah membentuk karakter seorang kader agar istiqamah di jalan perjuangan, memiliki visi jangka panjang, serta sanggup berkorban demi kepentingan umat.
Lebih jauh, tarbiyah juga melatih anggota organisasi untuk siap menjadi pemimpin di berbagai level. Pemimpin yang lahir dari tarbiyah akan memahami makna amanah, mengutamakan maslahat bersama, serta memiliki keteguhan moral yang tidak mudah goyah oleh godaan dunia.
Tarbiyah dan Kiprah PPAI
PPAI sebagai organisasi pemuda Qur’ani menegaskan bahwa tarbiyah bukan hanya sekadar program, melainkan ruh dalam setiap gerakan. Dari tarbiyah inilah lahir kader dakwah yang siap berjuang di medan pendidikan, sosial, politik, maupun ekonomi.
Sejalan dengan semangat Imam Hasan Al-Banna, PPAI ingin memastikan bahwa kadernya bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. Mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin Qur’ani yang amanah, memiliki visi kebangsaan, serta siap membangun masyarakat menuju kemajuan.
Kuliah kepemimpinan kali ini juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan. Sebab tarbiyah bukan kegiatan sesaat, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan kesadaran kolektif dari seluruh anggota organisasi.
Harapan dan Komitmen
Di akhir pemaparannya, Ketua Umum PPAI mengajak seluruh kader untuk menjadikan tarbiyah sebagai prioritas utama. “Jika kita ingin organisasi bertahan, berkembang, dan memberi manfaat luas, maka tarbiyah harus terus dijalankan. Dari sinilah lahir pemimpin Qur’ani yang mampu mengangkat martabat Islam dan membangun Indonesia lebih baik,” tegas beliau.
Para peserta mengaku mendapatkan inspirasi baru dari forum ini. Mereka merasakan bahwa tarbiyah tidak hanya penting untuk individu, tetapi juga kunci keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
Kuliah Kepemimpinan PPAI pada 26 September 2025 telah menegaskan kembali nilai penting tarbiyah dalam pembentukan dan pengembangan organisasi. Perspektif Imam Hasan Al-Banna menjadi landasan yang kuat bagi PPAI untuk melahirkan kader berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan memadukan nilai tarbiyah klasik dan teknologi modern, PPAI optimis mampu menjadi motor lahirnya generasi pemimpin Qur’ani yang membangun peradaban Islam sekaligus bangsa Indonesia.







