
Bogor, 8 Agustus 2026 — elTAHFIDH Indonesia kembali menghadirkan program Parenting Series sebagai ruang edukasi bagi orang tua dan pendidik dalam memperkuat pola pendidikan anak. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, kegiatan mengangkat tema “Pendidikan Ala Rasulullah SAW dan Finlandia”, sebuah tema yang mempertemukan nilai-nilai pendidikan Islam dengan praktik pendidikan modern yang dikenal memiliki perhatian kuat terhadap perkembangan anak.


Kegiatan ini menghadirkan Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn., (Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia), sebagai narasumber. Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak melihat pendidikan secara lebih luas, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari sisi karakter, keteladanan, kemandirian, dan kemampuan anak berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.

Parenting Series ini diikuti oleh keluarga besar elTAHFIDH Indonesia, mulai dari jajaran pimpinan, manajemen, dewan guru, musyrif dan musyrifah, santri dan santriwati, orang tua dan wali santri/wati, hingga masyarakat umum. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube, sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai wilayah.
Dalam pemaparannya, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn. mengajak peserta untuk memahami bahwa pendidikan Rasulullah SAW memiliki fondasi yang kuat pada keteladanan, kasih sayang, pembiasaan, dialog, penanaman akhlak, dan penguatan iman. Rasulullah SAW tidak hanya mendidik dengan kata-kata, tetapi juga menghadirkan contoh nyata melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari.
Menurut beliau, pendidikan anak harus mampu membangun manusia secara utuh. Anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki akhlak, keberanian, tanggung jawab, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta visi hidup yang jelas.
Dalam konteks tersebut, peserta diajak melihat sejumlah pendekatan pendidikan Finlandia yang menempatkan perkembangan anak, kemandirian, kesejahteraan, pengalaman belajar, dan kemampuan berpikir sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Pendekatan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran selama tetap ditempatkan dalam kerangka nilai dan tujuan pendidikan yang sesuai.
“Yang perlu kita ambil bukan sekadar sistemnya, tetapi nilai-nilai baik yang dapat memperkuat pendidikan. Dari Rasulullah SAW kita belajar tentang iman, akhlak, keteladanan dan kasih sayang. Dari berbagai praktik pendidikan modern kita dapat belajar tentang bagaimana mengembangkan potensi dan kemandirian anak,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Pembahasan ini menjadi semakin relevan bagi orang tua dan pendidik karena tantangan pendidikan anak terus berkembang. Era digital menghadirkan kemudahan akses informasi sekaligus berbagai distraksi yang membutuhkan pendampingan dan pola asuh yang lebih bijak. Karena itu, diperlukan keseimbangan antara penguatan nilai agama dengan kemampuan anak beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Parenting Series berlangsung secara interaktif. Para peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias melalui platform daring dan mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai bagaimana membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan anak-anak yang berkarakter, mandiri, kreatif, dan tetap memiliki fondasi keimanan yang kokoh.







Melalui kegiatan ini, elTAHFIDH Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendidik santri melalui program akademik dan tahfizh Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat sinergi antara sekolah, pesantren, dan keluarga dalam membangun generasi masa depan.
Parenting Series diharapkan menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi para orang tua dan pendidik untuk terus mengevaluasi serta mengembangkan pola pendidikan yang relevan dengan kebutuhan anak. Dengan memadukan nilai-nilai pendidikan Rasulullah SAW dan mengambil inspirasi dari praktik pendidikan modern yang positif, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak, cerdas, mandiri, adaptif, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

