elTAHFIDH Indonesia Gelar Parenting Series: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim dalam Pendidikan Anak

eltahfidh

Untuk menyeimbangkan pembinaan anak Islamic School elTAHFIDH, pada hari ini elTAHFIDH Indonesia kembali menyelenggarakan program Parenting Series, Sabtu, 9 Mei 2026 dengan mengangkat tema “Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim dalam Pendidikan Anak.” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen elTAHFIDH Indonesia dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan generasi Qur’ani.

Hadir sebagai narasumber, Ust. Dr. Zainul Hakim, Lc., M.Si., yang juga merupakan Direktur Program Da’i elTAHFIDH Indonesia. Sementara keynote speech disampaikan oleh Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., MKn., Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar elTAHFIDH Indonesia, mulai dari jajaran pimpinan, manajemen, dewan guru, musyrif dan musyrifah, santri dan santriwati, orang tua/wali santri, hingga masyarakat umum. Para peserta mengikuti acara secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi elTAHFIDH Indonesia dengan penuh antusias.

Dalam pemaparannya, Ust. Dr. Zainul Hakim menjelaskan bahwa Al-Qur’an menghadirkan banyak kisah keluarga sebagai pelajaran dan ibrah bagi umat manusia. Menurutnya, ada keluarga yang ditampilkan sebagai contoh buruk agar dihindari, dan ada pula keluarga teladan yang layak dijadikan panutan dalam mendidik generasi.

Ia mencontohkan keluarga Abu Lahab yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai gambaran keluarga yang sama-sama berada dalam keburukan. Begitu pula keluarga Fir’aun, di mana sang suami menjadi simbol kesombongan dan kezaliman. Selain itu, terdapat keluarga Nabi Luth AS yang istrinya tidak beriman, serta keluarga Nabi Nuh AS dan Nabi Syu’aib AS yang menghadapi ujian pada anak-anak mereka.
“Semua kisah keluarga dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita, tetapi sarat dengan pelajaran tentang pendidikan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter,” jelasnya.

Di sisi lain, beliau menekankan bahwa Al-Qur’an juga menghadirkan keluarga-keluarga teladan seperti keluarga Imran, keluarga Nabi Ibrahim AS, dan keluarga Nabi Muhammad SAW sebagai contoh ideal dalam membangun rumah tangga dan mendidik anak-anak.

Khusus pada keluarga Nabi Ibrahim AS, narasumber menyoroti nilai-nilai ketauhidan, ketaatan, pengorbanan, komunikasi yang lembut, serta keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak. Hubungan Nabi Ibrahim AS dengan Nabi Ismail AS disebut sebagai gambaran pendidikan berbasis cinta, keimanan, dan dialog yang penuh hikmah.

“Pendidikan anak dimulai dari keteladanan dan doa orang tua. Nabi Ibrahim AS memberikan contoh bagaimana membangun generasi yang taat melalui iman, kesabaran, dan komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam keynote speech-nya, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn. menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat pendidikan pertama dan utama. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kisah-kisah keluarga dalam Al-Qur’an sebagai bahan refleksi dalam membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh nilai-nilai keislaman.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai tantangan mendidik anak di era modern, terutama dalam menjaga akhlak, komunikasi keluarga, serta membangun ketahanan iman di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat.

Melalui Parenting Series ini, elTAHFIDH Indonesia berharap para orang tua dan pendidik dapat mengambil inspirasi dari keluarga-keluarga dalam Al-Qur’an untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, elTAHFIDH Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program-program edukatif yang relevan dan inspiratif demi memperkuat peran keluarga dalam membangun peradaban Islam yang lebih baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top