
BOGOR — elTAHFIDH Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan Training Human Resource & Development (HRD) elTAHFIDH Indonesia, yang digelar pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di GOR Dzulkarnain elTAHFIDH.
Mengusung tema “Pendidikan Karakter & Life Skill Islami: Merancang Pendidikan Karakter Berbasis Qur’an dan Keterampilan Hidup”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, manajemen, tim, kepala sekolah, guru, serta musyrif dan musyrifah di lingkungan elTAHFIDH Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga pendidik dan seluruh unsur pengelola pendidikan agar memiliki kesamaan visi dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter serta keterampilan hidup para santri.
Training HRD ini secara langsung menghadirkan Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Abi Jhon menekankan pentingnya pendidikan karakter yang memiliki landasan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pendidikan, menurutnya, tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, tetapi harus mampu membentuk pribadi yang memiliki nilai, sikap, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Melalui pendekatan tersebut, elTAHFIDH Indonesia terus mengembangkan konsep pendidikan yang memadukan Al-Qur’an, akademik, dan character building sebagai satu kesatuan.
Bagi elTAHFIDH, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang dikuasai atau seberapa banyak ayat yang dihafalkan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai tersebut mampu melahirkan pribadi yang berkarakter, berakhlak, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Training HRD ini diharapkan dapat melahirkan gagasan, strategi, dan praktik pendidikan yang semakin relevan dalam membangun generasi Qur’ani yang memiliki karakter kuat serta keterampilan hidup yang memadai.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan arah pengembangan pendidikan elTAHFIDH Indonesia dalam mempersiapkan “Generasi Qur’ani, Generasi Peradaban”—generasi yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan, memiliki keterampilan, berkarakter, dan siap mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.
Dari Lembah Jatisari, ikhtiar pendidikan itu terus dibangun untuk melahirkan generasi yang memiliki bekal keilmuan, kekuatan karakter, kecakapan hidup, dan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.








