
Sleman, Yogyakarta — 2026. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan tantangan generasi muda saat ini, sosok Hamim Hasan Muslim hadir sebagai bukti bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an mampu melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan berdaya saing global.
Hamim Hasan Muslim merupakan Alumni Angkatan ke-3 SMP Qur’an (SMPQ) elTAHFIDH dan Alumni Angkatan ke-3 SMA Qur’an elTAHFIDH. Sejak menempuh pendidikan di lingkungan elTAHFIDH, ia dikenal sebagai sosok yang tekun, disiplin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Salah satu pencapaian istimewanya adalah berhasil menjadi hafidz Al-Qur’an 30 juz dan menuntaskan tasmi’ 30 juz Al-Qur’an dalam satu majelis, sebuah prestasi yang memerlukan kekuatan hafalan, ketekunan, dan keteguhan mental yang luar biasa.
Tidak hanya unggul di bidang Al-Qur’an, Hamim juga menorehkan prestasi di bidang olahraga sebagai pemegang sabuk hitam Taekwondo Dan I, membuktikan bahwa generasi Qur’ani mampu berkembang secara seimbang, baik dalam aspek spiritual, intelektual, maupun fisik.
Berkat dedikasinya dalam menghafal Al-Qur’an dan berbagai prestasi yang diraihnya, Hamim diterima di Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia (PSTE UII) melalui jalur Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an.
Di bangku perkuliahan, Hamim terus menunjukkan kapasitasnya sebagai mahasiswa yang inovatif. Pada tahun 2024, saat masih berstatus mahasiswa Teknik Elektro UII, ia bersama timnya berhasil meraih Gold Medal dalam ajang bergengsi The 13th International Invention, Innovation and Design Competition (INDES) 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Prestasi internasional tersebut diraih melalui inovasi berjudul:
“Automatic Shrimp Seed Counting Device Based on IoT and AI to Support Precision Sustainable Farming”, sebuah perangkat penghitung benih udang otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mendukung sistem budidaya perikanan presisi dan berkelanjutan.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan peneliti muda, Hamim tetap istiqamah dalam pengabdian. Ia turut membuka dan menjalankan Program elTAHFIDH Cabang Sleman, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membina generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Founder dan CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn., menyampaikan bahwa perjalanan Hamim merupakan salah satu buah keberhasilan pendidikan Qur’ani yang terintegrasi dengan pengembangan karakter dan kompetensi.
“Hamim Hasan Muslim adalah representasi nyata dari visi elTAHFIDH Indonesia dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak, berprestasi, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan dunia.”
Perjalanan Hamim Hasan Muslim menjadi inspirasi bahwa Al-Qur’an bukan penghalang untuk meraih prestasi dunia, melainkan fondasi yang mengantarkan seseorang menuju kesuksesan dan kebermanfaatan.
Dari Alumni SMPQ dan SMA Qur’an elTAHFIDH Angkatan ke-3, hafidz dan mutasammik 30 juz dalam satu majelis, atlet Taekwondo sabuk hitam, mahasiswa penerima Beasiswa Tahfidz UII, peraih Gold Medal tingkat internasional, hingga penggerak Program elTAHFIDH Cabang Sleman, Hamim Hasan Muslim telah menunjukkan bahwa generasi Qur’ani mampu mengukir prestasi dan menginspirasi Indonesia serta dunia.

