
Bogor — Suasana khidmat, haru, sekaligus bangga menyelimuti bumi perkemahan dan asrama SMA Qur’an elTAHFIDH Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Pada Ahad, 7 Juni 2026, sekolah formal berbasis pesantren ini sukses menggelar agenda tahunan Haflah Akhir Sannah (wisuda kelulusan) bagi para santri yang telah menyelesaikan masa studinya.
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang dikenal luas dan dinilai banyak kalangan sebagai salah satu pesantren terbaik se-Jabodetabek, acara wisuda tahun ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen mencetak generasi Qur’ani yang unggul dalam akhlak, akademik, dan keterampilan hidup.
Bukan sekadar seremoni pelepasan, Haflah Akhir Sannah kali ini mengusung tema besar “Generasi Qur’ani Muhammad Al Fatih, Cerdas, Mandiri Menuju Indonesia 2045.” Tema tersebut menggambarkan cita-cita besar lembaga dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan peradaban.
Visi Besar Melahirkan Pemimpin Peradaban

Dalam sambutannya, Founder dan Pembina SMA Qur’an elTAHFIDH, Dr. H. Jhon Edy Rahman, menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan generasi yang memiliki kekuatan iman, ilmu, dan fisik secara seimbang.
“Kita tidak sedang sekadar meluluskan siswa, melainkan melepas para calon pemimpin peradaban. Menuju Indonesia Emas 2045, bangsa ini membutuhkan anak-anak muda yang dadanya dipenuhi Al-Qur’an, otaknya cerdas menguasai sains dan teknologi, serta fisiknya tangguh,” tegasnya.

Menurut beliau, sosok Sultan Muhammad Al Fatih dipilih sebagai inspirasi karena mampu memadukan kekuatan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kemampuan kepemimpinan yang luar biasa.
Potret Nyata Generasi Al Fatih Modern

Apa yang disampaikan dalam sambutan tersebut tercermin pada profil para wisudawan tahun ini. Para santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menunjukkan kemampuan yang mumpuni di berbagai bidang.
Di bidang spiritual, sebagian besar wisudawan telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz. Prestasi ini menjadi bukti kesungguhan mereka dalam menjaga dan mengamalkan Kalamullah selama menempuh pendidikan di elTAHFIDH.
Sementara itu, dalam aspek ketangkasan fisik, banyak santri telah mencapai tingkatan sabuk merah hingga sabuk hitam Taekwondo. Mereka juga dibekali keterampilan berkuda, memanah, dan berenang sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kemandirian.
Tidak hanya itu, kemampuan kepemimpinan para santri ditempa melalui berbagai program Latihan Kepemimpinan tingkat 1, 2, dan 3 yang dirancang untuk membentuk mental pemimpin yang tangguh dan bertanggung jawab.
Tembus PTN Favorit dan Universitas Al-Azhar Mesir

Keberhasilan memadukan kurikulum pesantren dan pendidikan formal kembali membuahkan hasil membanggakan. Sejumlah lulusan tahun ini berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia.
Lebih membanggakan lagi, beberapa santri berhasil lolos seleksi dan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia.
Capaian tersebut semakin memperkuat reputasi elTAHFIDH sebagai salah satu pesantren terbaik se-Jabodetabek yang konsisten melahirkan generasi berprestasi, baik dalam bidang keagamaan maupun akademik.
Penuh Haru dan Doa

Acara Haflah Akhir Sannah berlangsung penuh haru ketika para santri menerima penghargaan dan berpamitan dengan para asatidz serta orang tua. Tangis bahagia dan doa mengiringi langkah para wisudawan yang akan melanjutkan perjuangan di jenjang berikutnya.
Melalui Haflah Akhir Sannah 2026, elTAHFIDH kembali membuktikan bahwa mencetak generasi yang shalih, berilmu, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman bukanlah hal yang mustahil. Dengan bekal Al-Qur’an, karakter kepemimpinan, dan kompetensi yang kuat, para lulusan diharapkan menjadi “Muhammad Al Fatih” modern yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan dunia.
Selamat berjuang, Generasi Qur’ani. Indonesia Emas 2045 menanti kontribusi terbaik kalian.

