Jum’at Berkah: elTAHFIDH Indonesia Sukses Cetak Hafizh ke-1241

eltahfidh

BOGOR — Cahaya Al-Qur’an kembali memancar terang dari kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Tepat pada hari yang penuh kemuliaan, Jumat (25/9/2026), suasana haru, bahagia, dan rasa syukur yang mendalam menyelimuti keluarga besar SMA Qur’an elTAHFIDH. Salah satu putra terbaiknya, Nabil Asyyidiq Arkananta, berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 Juz dengan gemilang.

Pemuda asal Cileungsi yang kini duduk di bangku Kelas 11 tersebut resmi mencatatkan namanya sebagai Hafidh ke-1241 yang lahir dari rahim pendidikan Islamic Boarding School elTAHFIDH. Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara kebetulan, melainkan buah dari kesabaran, kedisiplinan tingkat tinggi, dan dedikasi yang tak kenal lelah dalam berinteraksi dengan ayat-ayat suci.

Menghafal 30 Juz Al-Qur’an di usia remaja, di tengah padatnya kurikulum akademik tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), tentu membutuhkan manajemen waktu dan ketahanan mental yang luar biasa. Di saat remaja seusianya mungkin banyak menghabiskan waktu luang untuk hal-hal yang bersifat hiburan, Nabil memilih untuk mengakrabkan lisannya dengan lantunan wahyu Ilahi, mengulang-ulang hafalan (muraja’ah) dari pagi hingga malam hari, menahan kantuk, dan melawan rasa lelah.

Keberhasilan agung ini tentu tidak bisa dilepaskan dari doa yang terus mengalir dan rida dari kedua orang tuanya, yakni Bapak Sukmana Sofyan dan Ibu Lina Marlina. Bagi pasangan suami istri ini, tidak ada kado yang lebih indah di dunia ini selain melihat putra tercinta mereka berhasil menyematkan kalamullah di dalam dadanya. Dalam tradisi Islam, seorang anak yang menghafal Al-Qur’an kelak di hari kiamat akan memakaikan mahkota kemuliaan yang cahayanya lebih terang dari sinar matahari kepada kedua orang tuanya.

Lahirnya Hafidh ke-1241 ini juga kembali mengukuhkan posisi SMA Qur’an elTAHFIDH sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang konsisten dalam melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an. Keberhasilan Nabil diharapkan menjadi bahan bakar semangat dan inspirasi bagi ratusan santri lainnya yang saat ini masih berjuang di tengah jalan dalam merampungkan hafalan mereka.

Menggapai predikat hafidz 30 Juz adalah sebuah garis finis dari tahapan menghafal, namun sekaligus menjadi garis start (awal mula) untuk tugas yang jauh lebih berat: menjaganya seumur hidup.

Keluarga besar sekolah, para asatidz, dan segenap pihak yang hadir turut memanjatkan doa bersama. “Alhamdulillah, selamat untuk Ananda Nabil. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan baginya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, serta menjadikannya ilmu yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan bangsa. Aamiin Ya Rabbal Alamin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top