JAKARTA, 5 DESEMBER 2025 – Sebanyak lebih dari 1.300 peserta yang terdiri dari santri dan mahasiswa di bawah naungan Yayasan elTAHFIDH Indonesia memadati Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Mereka berkumpul dalam perhelatan akbar tahunan bertajuk “elTAHFIDH Camp 2025” yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat, 5 Desember hingga Ahad, 7 Desember 2025.
Mengusung tema besar “Melalui elTAHFIDH Camp Kita Optimalkan Potensi Anak Bangsa Menuju Pribadi yang Mandiri, Berprestasi, Beriman, dan Bertakwa Menuju Kejayaan Indonesia Masa Depan (Indonesia Emas 2045)”, kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa. Ini adalah sebuah kawah candradimuka bagi para penghafal Al-Qur’an untuk menyatukan visi spiritualitas dengan wawasan kebangsaan.
Peserta kegiatan ini berasal dari seluruh jenjang pendidikan yang dikelola oleh elTAHFIDH Indonesia, mulai dari siswa SD Quran Fullday School, santri SMP Quran Boarding School, santri SMA Quran Boarding School, hingga mahasiswa STIT elTAHFIDH (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) yang merupakan para calon Dai dan Daiyah penghafal Al-Qur’an. Kehadiran ribuan peserta ini mengubah suasana Buperta Cibubur menjadi lautan para penuntut ilmu yang penuh semangat dan disiplin.
Pembukaan Penuh Semangat oleh Founder
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi pada Jumat pagi (5/12) melalui upacara pembukaan yang khidmat dan megah. Bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus pembuka acara adalah Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn.
Dalam sesi perdana yang berlangsung pukul 09.00 – 10.30 WIB, Abi Jhon Edy Rahman menyampaikan materi kunci dengan sub-tema “Generasi Visioner 2045: Pemimpin Qur’ani Untuk Indonesia Emas”. Di hadapan ribuan santri, beliau menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa hadirnya pemimpin yang memiliki karakter kuat.
“Fokus kita hari ini adalah terbentuknya jiwa kepemimpinan dengan visi besar dan cita-cita kebangsaan. Kalian bukan hanya penghafal teks Al-Qur’an, tetapi kalian adalah pemimpin masa depan yang akan membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap sektor kehidupan berbangsa,” tegas Abi Jhon dalam orasinya yang membakar semangat peserta. Beliau menegaskan bahwa integritas moral dan kompetensi intelektual harus berjalan beriringan. Para santri didorong untuk tidak merasa minder, melainkan harus siap mengambil peran strategis dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia.
Menanamkan Prestasi Berbasis Adab
Melanjutkan rangkaian kegiatan pada hari pertama, Jumat sore pukul 16.00 – 17.30 WIB, panggung elTAHFIDH Camp 2025 diisi oleh ulama kharismatik, KH. Aunur Rofiq Tamhid, Lc., Ma. Beliau membawakan materi dengan sub-tema “Prestasi Berbasis Spirit Qur’ani”.
Dalam sesi ini, penekanan diberikan pada bagaimana seorang Muslim, khususnya penghafal Al-Qur’an, memandang sebuah kompetisi dan prestasi. KH. Aunur Rofiq mengingatkan bahwa semangat berkompetisi (fastabiqul khairat) harus dilakukan secara sehat dan dibalut dengan nilai iman, adab, dan kejujuran.
“Prestasi tanpa adab adalah kesombongan, dan kompetisi tanpa kejujuran adalah kehancuran. Spirit Qur’ani mengajarkan kita untuk menjadi yang terbaik tanpa harus menjatuhkan orang lain,” ujar beliau. Sesi ini menjadi momen refleksi bagi para santri untuk meluruskan niat dalam belajar dan berprestasi, bahwa segala pencapaian duniawi haruslah bermuara pada keridhaan Allah SWT.
Membangun Kemandirian dan Karakter Pejuang
Memasuki hari kedua, Sabtu (6/12), suasana perkemahan semakin hidup dengan berbagai aktivitas fisik dan mental. Namun, inti dari pembentukan karakter terjadi pada sesi materi yang menghadirkan tokoh-tokoh besar nasional.
Pada sesi pagi pukul 10.00 – 11.30 WIB, hadir Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., seorang tokoh yang dikenal luas kepakarannya dalam dunia zakat dan pendidikan Islam. Beliau menyampaikan materi bertajuk “Mandiri Sejak Dini, Membangun Karakter Pejuang Al Qur’an”.
Prof. Didin menyoroti pentingnya aspek kemandirian bagi para santri yang hidup di asrama (boarding school). Menurutnya, kemandirian adalah pintu gerbang menuju kedewasaan dan tanggung jawab. “Karakter pejuang Al-Qur’an tidak cengeng, tidak mudah menyerah, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian yang kalian bangun hari ini di pesantren adalah modal utama untuk menghadapi tantangan global di masa depan,” paparnya. Beliau mengajak para peserta, mulai dari jenjang SD hingga mahasiswa, untuk menanamkan mentalitas “tangan di atas” (memberi) dan mentalitas solusi, bukan mentalitas yang selalu bergantung pada orang lain.
Penguatan Ruhiyah dan Integritas
Sabtu sore harinya, pukul 16.00 – 17.30 WIB, materi dilanjutkan oleh KH. Dr. Muslih Abdul Karim, MA. dengan sub-tema yang sangat fundamental, yaitu “Iman yang Kokoh, Taqwa yang Produktif”.
Dalam ceramahnya yang menyejukkan namun tegas, KH. Dr. Muslih menekankan pada penguatan ruhiyah (spiritualitas), ibadah, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Beliau memperkenalkan konsep “Taqwa yang Produktif”, sebuah gagasan bahwa ketakwaan seseorang harus menghasilkan dampak positif (karya/amal saleh) bagi lingkungannya.
“Taqwa bukan hanya diam di masjid, tapi bagaimana nilai shalat dan puasa itu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar saat kita bekerja, saat kita belajar, dan saat kita berinteraksi sosial. Integritas adalah buah dari iman yang kokoh,” jelas beliau. Pesan ini sangat relevan bagi para santri yang kelak akan terjun ke masyarakat, agar mereka tetap memegang teguh prinsip agama di tengah godaan zaman modern.
Dari Potensi Menjadi Aksi Nyata
Puncak dari rangkaian materi elTAHFIDH Camp 2025 dilaksanakan pada hari terakhir, Ahad (7/12). Menghadirkan akademisi dan pakar terkemuka, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., sesi ini berlangsung lebih panjang dari pukul 08.00 – 11.00 WIB dengan sub-tema “Dari Potensi Menjadi Aksi: Aktualisasi Diri untuk Bangsa dan Umat”.
Kehadiran Prof. Yassierli memberikan perspektif yang lebih teknis dan strategis mengenai bagaimana mengkonversi hafalan dan ilmu agama menjadi kontribusi nyata. Fokus materi beliau adalah keberanian berkarya, berkontribusi, dan memberi manfaat nyata.
Di hadapan ribuan peserta, beliau memaparkan tantangan dunia industri dan masyarakat di era 5.0. “Indonesia Emas 2045 membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tapi juga memiliki wisdom (kebijaksanaan). Dan wisdom itu ada di dalam Al-Qur’an. Tugas kalian adalah menerjemahkan potensi tersebut menjadi aksi. Jangan hanya menjadi penonton sejarah, jadilah pelaku sejarah,” motivasi Prof. Yassierli. Sesi ini sekaligus menjadi penutup sesi materi yang membekali peserta dengan peta jalan (roadmap) pengembangan diri pasca kegiatan camp.
Atmosfer Persaudaraan dan Harapan Masa Depan
Selain sesi materi yang padat dan berbobot, elTAHFIDH Camp 2025 juga diwarnai dengan berbagai kegiatan pendukung yang mempererat ukhuwah islamiyah antar peserta. Interaksi antara adik kelas dari SD dengan kakak-kakak mahasiswa STIT menciptakan suasana pengasuhan dan keteladanan yang alami.
Di lokasi Buperta Cibubur yang asri, para peserta juga dilatih kedisiplinan melalui shalat berjamaah tepat waktu, qiyamul lail (shalat malam), serta tilawah Al-Qur’an bersama yang membuat gema ayat suci tak putus terdengar selama tiga hari dua malam.
Acara ini merupakan bukti komitmen elTAHFIDH Indonesia dalam mencetak kader-kader bangsa yang holistik. Yayasan elTAHFIDH menyadari bahwa mencetak “Generasi Emas 2045” tidak bisa dilakukan secara instan. Ia memerlukan proses penempaan yang berkelanjutan, kurikulum yang terintegrasi, dan lingkungan yang mendukung.
elTAHFIDH Camp 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat bagi para santri untuk kembali ke sekolah dan kampus dengan energi baru. Energi untuk belajar lebih giat, menghafal lebih kuat, dan berkarya lebih hebat.
Dengan berakhirnya acara pada hari Ahad siang, para peserta kembali ke asrama dan rumah masing-masing membawa bekal ilmu dari para tokoh nasional. Mereka adalah tunas-tunas harapan yang kelak, pada tahun 2045, akan memimpin Indonesia di berbagai sektor dengan Al-Qur’an di dada dan kompetensi di tangan.
Tentang elTAHFIDH Indonesia
elTAHFIDH Indonesia adalah lembaga pendidikan Islam terpadu yang berfokus pada pencetakan generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki wawasan global, karakter kepemimpinan, dan kemandirian. Mengelola jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA (Boarding School), hingga Perguruan Tinggi (STIT), elTAHFIDH berkomitmen menyajikan pendidikan berkualitas yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum kepesantrenan modern.
Kontak Media:
Humas elTAHFIDH Indonesia
Email:@admin
Website: www.eltahfidh.or.id
Alamat: Jl. Pesantren Quran, Kp. Kubang, Ds. Jatisari, Kec. Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
✨
🌟
📞 Informasi & Kontak:
WhatsApp: 0851-8684-8082 — https://wa.link/dm5p0a

