
Bogor, 24 September 2025 – Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI) kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanan kaderisasi pemuda Qur’ani. Sebanyak kurang lebih 40 peserta yang tergabung dalam elTAHFIDH Adventure mengikuti Apel Keberangkatan Latihan Kepemimpinan II (LK II) PPAI Akhwat yang diselenggarakan di Lembah Jatisari, Cileungsi, Bogor.
Apel keberangkatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum PPAI, Umi Hj. Zuriati, S.Pd., M.Ag., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua Bidang Kewanitaan dan Pemberdayaan Perempuan, Usth. Karti Fitria, S.H., Alhafidhah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Latihan Kepemimpinan II merupakan langkah strategis untuk mencetak kader Qur’ani yang bukan hanya memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat persatuan, dan tekad untuk menginspirasi umat.
Setelah apel keberangkatan, rombongan peserta diberangkatkan menuju kawasan Gunung Kuta, Bogor, untuk mengikuti rangkaian kegiatan utama. Dengan penuh semangat, para kader PPAI mengusung tema besar: “Dari Lembah Jatisari Menuju Indonesia Emas 2045.”
Rangkaian Kegiatan di Gunung Kuta
Sesampainya di lokasi, peserta langsung mengikuti berbagai agenda yang telah dipersiapkan. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan dengan sesi materi mengenai kepemimpinan Qur’ani, strategi dakwah, dan peran pemuda Muslimah dalam membangun bangsa.
Momentum paling berkesan bagi para peserta adalah longmarch menuju puncak Gunung Kuta yang berada di ketinggian 1.050 mdpl. Perjalanan mendaki ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga simbol perjuangan, kesabaran, dan kebersamaan. Dengan melewati jalur terjal dan menantang, para peserta dilatih untuk bekerja sama, saling menguatkan, dan menjaga semangat pantang menyerah.
“Perjalanan ke puncak Gunung Kuta ini diibaratkan perjalanan hidup seorang pemimpin. Tidak mudah, penuh rintangan, namun akan indah ketika sampai pada tujuan. Inilah yang harus dimiliki seorang kader Qur’ani,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Penutupan Penuh Makna
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan penuh khidmat. Penutupan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum PPAI, Umi Hj. Zuriati, S.Pd., M.Ag., yang diwakili oleh Usth. Karti Fitria, S.H., Alhafidhah. Dalam pesan penutupnya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para peserta yang telah berjuang menuntaskan seluruh kegiatan Latihan Kepemimpinan II PPAI Akhwat.
Penutupan ditandai dengan penyematan slayer LK II kepada 40 peserta. Penyematan ini menjadi simbol kelulusan, sekaligus pengakuan bahwa para peserta telah sah menyandang status sebagai kader PPAI Akhwat yang siap berkiprah di masyarakat. Dengan slayer itu, para kader tidak hanya membawa tanda kelulusan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjadi pemimpin Qur’ani di masa depan.
Harapan untuk Kader Qur’ani Masa Depan
Latihan Kepemimpinan II PPAI Akhwat di Gunung Kuta bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga bentuk nyata keseriusan PPAI dalam melahirkan generasi Qur’ani. Peserta diharapkan mampu menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu, anggota masyarakat, maupun calon pemimpin bangsa.
“Semoga latihan kepemimpinan ini melahirkan pemuda-pemudi penghafal Al-Qur’an yang tak hanya kuat menghafal, tetapi juga kuat memimpin, kuat menyatukan, dan kuat menginspirasi umat,” demikian doa dan harapan yang terus disampaikan oleh jajaran pengurus PPAI.
PPAI dan Konsistensi Kaderisasi
Sebagai lembaga yang berkomitmen pada pendidikan dan pengkaderan berbasis Al-Qur’an, PPAI telah lama membangun sistem pembinaan berjenjang. Latihan Kepemimpinan I menjadi tahap awal penguatan karakter, sedangkan Latihan Kepemimpinan II berfokus pada peningkatan kapasitas kepemimpinan, mental, dan keterampilan manajerial.
Dengan adanya elTAHFIDH Adventure, kegiatan kepemimpinan dipadukan dengan eksplorasi alam terbuka. Hal ini menjadikan para kader lebih siap secara fisik, mental, spiritual, dan emosional. Perpaduan antara teori dan praktik di lapangan diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang utuh: sehat jasmani, kuat ruhani, luas wawasan, serta berjiwa pemimpin.
Perjalanan dari Lembah Jatisari hingga puncak Gunung Kuta menjadi simbol perjalanan panjang para kader PPAI Akhwat dalam mengasah jiwa kepemimpinan. Apel keberangkatan yang resmi dilepas, perjalanan mendaki yang penuh tantangan, hingga penutupan dengan penyematan slayer LK II merupakan rangkaian yang menyatukan visi besar: mencetak pemimpin Qur’ani menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat kebersamaan, para peserta Latihan Kepemimpinan II PPAI Akhwat pulang membawa pengalaman berharga, tekad baru, serta tanggung jawab besar. Mereka kini diharapkan mampu menjadi teladan dalam masyarakat: pemimpin yang hafal Al-Qur’an, mengamalkan Al-Qur’an, serta menginspirasi dengan akhlak Qur’ani.













