Di Tengah Ancaman Krisis Moral Bangsa, elTAHFIDH Indonesia Bangun Hafidz Qur’an yang Cerdas dan Mandiri

eltahfidh

Di balik tenangnya Lembah Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, tumbuh sebuah gerakan besar yang tengah menyiapkan masa depan Indonesia melalui Al-Qur’an. elTAHFIDH Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi Qurani melalui penyelenggaraan Wisuda Quran ke-9 yang berlangsung khidmat, Sabtu (23/5). Sebanyak 170 wisudawan dan wisudawati resmi diwisuda, berasal dari berbagai penjuru Indonesia.

Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Wisuda tersebut menjadi simbol lahirnya generasi yang dipersiapkan untuk menghafal, menjaga, serta mengamalkan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Acara dihadiri sejumlah Tokoh, di antaranya KH. Dr. Muslih Abdul Karim, MA selaku Founder & Pengasuh elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.kn. selaku Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Camat Cileungsi Drs. Adi Hendrayana, AP, M.Si., Kepala Desa Jatisari H. Atu Ansori, S.E., dan Sekretaris MUI Kec. Cileungsi KH. Arofi Andalas, M.Pd., serta jajaran direktur lembaga, juga para orang tua dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar pelengkap pendidikan, melainkan inti dari seluruh proses pembentukan generasi di elTAHFIDH.

“Di elTAHFIDH, Al-Qur’an bukan program tambahan. Kami membangun pendidikan melalui tiga pilar utama: Al-Qur’an, akademik, dan character building. Ketiganya harus berjalan beriringan. Sebab hafalan tanpa pemahaman dan akhlak akan kehilangan makna,” ujarnya.

Menurutnya, semangat tersebut berlandaskan keyakinan pada firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 97 tentang janji kehidupan yang baik bagi orang-orang beriman dan beramal saleh. Nilai itu menjadi energi yang terus menggerakkan lembaga untuk membangun peradaban melalui pendidikan Qurani.

Dari sebuah desa di Cileungsi, cita-cita besar pun dicanangkan: mencetak 10.000 penghafal Al-Qur’an untuk Indonesia. Target itu bukan sekadar angka statistik, melainkan visi besar menghadirkan generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta memiliki fondasi nilai keislaman yang kuat.

Wisuda Quran ke-9 ini menjadi langkah nyata menuju mimpi besar tersebut. Sebab para penghafal Al-Qur’an yang lahir hari ini bukan sedang menyelesaikan perjalanan, tetapi baru memulai amanah besar: menjaga hafalan, menghidupkan nilai Al-Qur’an, dan membawa manfaat di tengah masyarakat.

Dari Lembah Desa Jatisari, sebuah pesan kuat disampaikan: perubahan besar tidak selalu lahir dari kota-kota besar. Dari tempat sederhana pun, cahaya Al-Qur’an dapat menerangi negeri.

Selamat kepada 170 wisudawan dan wisudawati. Teruslah menjadi cahaya. Sebab target 10.000 hafidz menanti, demi mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top