Kuliah Kepemimpinan PPAI: Peran Pemuda di Zaman Rasulullah dalam Kebangkitan Islam dan Peran Pemuda Dalam Kemerdekaan Indonesia

Kuliah-Kepemimpinan-Abi-Jhon-Edy-Rahman

Cileungsi, 29 Agustus 2025 Pemuda Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI) kembali menggelar Kuliah Kepemimpinan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan kali ini mengangkat tema besar “Peran Pemuda di Zaman Rasulullah dalam Kebangkitan Islam dan Peran Pemuda  dalam Kemerdekaan Indonesia”. Acara menghadirkan Ketua Umum PPAI, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., sebagai pemateri utama.

Peserta Kuliah Kepemimpinan

Kuliah kepemimpinan ini diikuti seluruh kader dakwah dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk jajaran Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah PPAI. Forum ini menjadi bagian dari komitmen PPAI dalam melahirkan pemimpin Qur’ani yang tangguh, berintegritas, dan mampu mengambil peran strategis dalam membangun peradaban Islam serta bangsa Indonesia.

Peran Pemuda Sebagai Pelopor Keimanan

 Abi Dr. Jhon Edy Rahman menegaskan bahwa kebangkitan Islam selalu dimulai dari pemuda yang menjadi pelopor keimanan. Pada masa awal dakwah Rasulullah, banyak pemuda yang pertama kali menyatakan keislaman meski harus menghadapi tekanan keras dari Quraisy.

Ali bin Abi Thalib adalah pelopor keimanan dari kalangan anak muda, yang masuk Islam sejak usia belasan tahun. Sa’ad bin Abi Waqqash termasuk pelopor dari kalangan muda yang berani menunjukkan keislamannya dan bahkan rela menjadi yang pertama menumpahkan darah di jalan Allah. Arqam bin Abi Arqam, dengan penuh keberanian menjadikan rumahnya sebagai pusat rahasia dakwah Islam, melahirkan generasi awal kaum Muslimin yang kokoh dalam iman. Zaid bin Tsabit, meski masih muda, menunjukkan keimanan dengan mengabdikan diri sebagai penulis wahyu dan penjaga Al-Qur’an.

“Pelopor keimanan dari kalangan pemuda inilah yang menjadi fondasi kebangkitan Islam. Keimanan mereka bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi menjadi mercusuar yang menuntun umat pada cahaya kebenaran,” tegas Abi.

Peran Pemuda Sebagai Garda Depan Perjuangan

 Selain sebagai pelopor keimanan, para pemuda di masa Rasulullah juga tampil sebagai garda depan perjuangan. Mereka tidak hanya memeluk iman, tetapi juga siap mempertahankannya dengan jiwa dan raga.

Mus’ab bin Umair berperan sebagai duta pertama Islam ke Madinah, menjadi pionir dakwah dan peletak dasar masyarakat Islam. Usamah bin Zaid, meski baru berusia 18 tahun, dipercaya Rasulullah memimpin pasukan besar yang berisi para sahabat senior. Sa’ad bin Abi Waqqash berani mengangkat panji Islam di medan Uhud, menunjukkan bahwa pemuda adalah benteng dan garda terdepan dalam mempertahankan dakwah.

“Pemuda adalah perisai umat, garda depan perjuangan Islam. Tanpa keberanian mereka, dakwah akan sulit menembus medan ujian dan pengorbanan,” jelas Abi.

Inspirasi Muhammad Al-Fatih: Pemuda Visioner dan Garda Depan Peradaban

 Abi juga menambahkan teladan dari generasi setelah sahabat, yaitu Sultan Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel. Pada usia 21 tahun, ia tidak hanya menjadi pelopor keimanan, tetapi juga tampil sebagai garda depan perjuangan peradaban Islam.

“Al-Fatih menaklukkan kota besar bukan hanya dengan pedang, tetapi dengan keyakinan mendalam pada janji Rasulullah. Inilah bukti bahwa iman yang kokoh melahirkan visi besar dan keberanian luar biasa,” ujar Abi.

Garda Depan Kebangkitan Indonesia

 Abi kemudian mengaitkan semangat pemuda zaman Rasulullah dengan sejarah Indonesia. Pemuda bangsa ini juga tampil sebagai garda depan perjuangan bangsa dan pelopor kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 membuktikan bahwa pemuda rela menjadi barisan terdepan demi persatuan bangsa. Dengan keyakinan akan masa depan yang merdeka, mereka memimpin langkah awal menuju kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Pemuda Qur’ani: Pelopor Keimanan, Garda Depan Perjuangan, dan Penggerak Kebangkitan

 Abi menutup kuliah dengan menekankan bahwa pemuda Qur’ani harus menjadi pelopor keimanan, garda depan perjuangan, sekaligus penggerak kebangkitan.

Pelopor Keimanan – meneguhkan iman pribadi dan menyalakan cahaya iman di tengah masyarakat.

Garda Depan Perjuangan – siap membela Islam, bangsa, dan kemanusiaan dengan keberanian.

Penggerak Kebangkitan – memimpin perubahan sosial, dakwah, dan kepemimpinan dengan integritas.

“Sejarah Islam dan Indonesia membuktikan bahwa setiap kebangkitan selalu dimulai dengan pemuda yang siap menjadi pelopor keimanan dan garda depan perjuangan. Maka, kader PPAI hari ini harus berani mengambil peran itu untuk kebangkitan Islam dan Indonesia,” tutup Abi penuh semangat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top