
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesantren kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing tinggi. Salah satu bukti nyata datang dari Muhammad Fathi Farhat, alumni SMP & SMA Qur’an elTAHFIDH, yang berhasil menorehkan berbagai prestasi hingga melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
Perjalanan Fathi merupakan potret keberhasilan pendidikan yang memadukan nilai-nilai Al-Qur’an, akademik, dan pengembangan karakter. Sejak menempuh pendidikan di SMP Qur’an elTAHFIDH, ia telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menyelesaikan ziyadah hafalan Al-Qur’an 30 juz dan dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Angkatan ke-5 SMP Qur’an elTAHFIDH.
Prestasinya tidak berhenti di sana. Ketika melanjutkan pendidikan di SMA Qur’an elTAHFIDH, Fathi kembali mengukir capaian gemilang. Ia menjadi Pemegang Sanad Matan Al-Jazary ke-13, sebuah pengakuan atas keilmuan dan ketekunannya dalam bidang Al-Qur’an dan qira’at. Di akhir masa pendidikannya, ia kembali dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Akademik dan Qur’an Angkatan ke-5 SMA Qur’an elTAHFIDH.
Tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, Fathi juga menunjukkan prestasi di bidang olahraga dengan meraih Sabuk Hitam Taekwondo DAN 1. Prestasi tersebut menggambarkan sosok santri yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan ketangguhan karakter.
Berbekal rekam jejak prestasi tersebut, Fathi berhasil menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia, melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang membiayai pendidikannya hingga jenjang sarjana.
Di bangku perkuliahan, semangatnya untuk terus berkembang tidak surut. Ia aktif di berbagai organisasi strategis, di antaranya Ikatan Mahasiswa Teknik Kimia (IMTK), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (MPM FTUI), CSSMoRA Universitas Indonesia, serta komunitas pecinta alam Salam UI. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa lulusan pesantren tidak hanya mampu bersaing secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan kontribusi sosial yang tinggi.
Kisah Muhammad Fathi Farhat menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an mampu melahirkan generasi yang siap menjawab tantangan masa depan. Di tengah anggapan bahwa santri hanya unggul dalam ilmu keagamaan, Fathi membuktikan bahwa seorang penghafal Al-Qur’an juga dapat berprestasi di dunia akademik, aktif berorganisasi, dan berkiprah di perguruan tinggi terbaik di negeri ini.
Bagi SMP & SMA Qur’an elTAHFIDH, capaian ini bukan sekadar kebanggaan atas keberhasilan seorang alumni, melainkan cerminan dari komitmen lembaga dalam membina generasi Qur’ani yang berakhlak, berprestasi, dan memiliki daya saing global.
Perjalanan Muhammad Fathi Farhat sekaligus menjadi pesan kuat bagi generasi muda Indonesia: bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an tidak membatasi mimpi, justru menjadi cahaya yang mengantarkan seseorang menuju puncak prestasi dan pengabdian bagi umat dan bangsa.

