Bukan Akhir, Ini Awal Perjuangan: Muhammad Fatih Sholahuddin Selesaikan Hafalan 30 Juz Al-Qur’an di Kelas VIII SMP Qur’an elTAHFIDH

eltahfidh

Bogor – Perjalanan panjang yang dipenuhi kesungguhan, kedisiplinan, dan doa akhirnya mengantarkan Muhammad Fatih Sholahuddin pada sebuah pencapaian istimewa. Santri kelas VIII SMP Qur’an elTAHFIDH asal Jakarta Timur tersebut berhasil menyelesaikan prosesi setoran akhir hafalan 30 juz Al-Qur’an dalam kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jumat, 12 Juni 2025.

Putra dari Bapak Dwi Wahyu Istiono dan Ibu Siti Robayani ini menorehkan prestasi membanggakan setelah melalui proses menghafal, murojaah, dan pembinaan Al-Qur’an yang intensif di lingkungan SMP Qur’an elTAHFIDH. Dengan capaian tersebut, Muhammad Fatih Sholahuddin resmi tercatat sebagai Hafidz Al-Qur’an ke-1231 elTAHFIDH Indonesia, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bagi keluarga, para guru, dan seluruh civitas elTAHFIDH Indonesia.

Prosesi setoran akhir berlangsung penuh haru dan syukur. Di hadapan para asatidz dan pimpinan lembaga, Muhammad Fatih Sholahuddin menuntaskan setoran hafalan 30 juz sebagai penanda selesainya perjalanan menghafal Al-Qur’an yang telah ia tempuh dengan penuh kesabaran dan ketekunan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur SMP Qur’an elTAHFIDH, Ust. Faturahman Aziz, S.Pd., Alhafidh, yang memberikan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih oleh ananda Muhammad Fatih. Beliau berpesan agar hafalan yang telah diperjuangkan dengan penuh kesungguhan tersebut senantiasa dijaga melalui murojaah yang konsisten serta diwujudkan dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Pj. General Manager Al-Qur’an elTAHFIDH Indonesia, Ust. Mashadi Haryanto, S.Pd., Alhafidh, menyampaikan tausiyah yang mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan hafalan 30 juz bukanlah titik akhir, melainkan awal dari amanah yang lebih besar sebagai penjaga Kalamullah.

“Menghafal Al-Qur’an memang berat, namun menjaga hafalan jauh lebih berat. Karena itu, setelah menyelesaikan 30 juz, tugas berikutnya adalah terus membersamai Al-Qur’an melalui murojaah, tadabbur, dan mengamalkan isinya dalam kehidupan,” pesannya.

Suasana haru semakin terasa ketika para hadirin menyadari bahwa capaian tersebut bukan hanya hasil kerja keras seorang santri, tetapi juga buah dari doa orang tua, bimbingan para guru, dan lingkungan pendidikan yang senantiasa menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Keberhasilan Muhammad Fatih Sholahuddin menjadi inspirasi bagi seluruh santri SMP Qur’an elTAHFIDH untuk terus bersemangat dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an. Prestasi ini juga semakin meneguhkan komitmen elTAHFIDH Indonesia dalam melahirkan generasi Qur’ani yang kuat hafalannya, mulia akhlaknya, luas ilmunya, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa.

Bagi Muhammad Fatih Sholahuddin, setoran akhir 30 juz ini bukanlah akhir dari perjalanan bersama Al-Qur’an. Sebaliknya, inilah awal perjuangan baru untuk menjaga amanah hafalan, menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan, dan terus tumbuh menjadi generasi penjaga wahyu yang membawa cahaya bagi peradaban.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top