Hadiri Haflah Akhir Sanah; Pembina SMA Qur’an elTAHFIDH Beri Pesan Haru untuk Santri dan Orang Tua

eltahfidh

Bogor – Suasana penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhir Sanah SMA Qur’an elTAHFIDH Cileungsi, Bogor, Ahad (7/6/2026). Di hadapan para wisudawan, orang tua, asatidz, dan tamu undangan, Founder dan Pembina SMA Qur’an elTAHFIDH, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., menyampaikan pesan mendalam yang membuat banyak hadirin terenyuh.

Dalam sambutannya, Abi Jhon mengingatkan bahwa hari wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi umat, bangsa, dan peradaban.

“Hari ini adalah hari syukur atas keberhasilan sebuah proses pendidikan yang panjang, penuh perjuangan, pengorbanan, doa, dan harapan. Hari ini menjadi penanda lahirnya generasi Qur’an yang telah ditempa dengan nilai-nilai Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, karakter, dan kepemimpinan,” ungkapnya.

Beliau menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, kemajuan peradaban tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi maupun kekuatan ekonomi, tetapi oleh kualitas manusia yang memiliki keimanan, ilmu, akhlak, dan karakter yang kuat.

“Generasi Qur’an adalah Generasi Peradaban. Peradaban besar dibangun oleh manusia-manusia yang memiliki iman yang kokoh, ilmu yang luas, akhlak yang mulia, karakter yang kuat, dan visi yang besar,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Abi Jhon juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih para lulusan SMA Qur’an elTAHFIDH tahun ini. Sejumlah santri berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri, perguruan tinggi unggulan, hingga Universitas Al-Azhar Mesir melalui jalur prestasi hafalan Al-Qur’an maupun prestasi akademik.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan Qur’ani mampu melahirkan generasi yang unggul dan kompetitif di berbagai bidang kehidupan.

“Kami tidak hanya membina anak-anak untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Kami membina mereka agar menjadi generasi yang sehat jasmaninya, kuat mentalnya, kokoh akidahnya, mulia akhlaknya, unggul akademiknya, serta siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Abi Jhon berpesan agar tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Qur’an elTAHFIDH. Ia mengingatkan bahwa perjalanan mereka sesungguhnya baru dimulai.

“Hari ini bukan akhir perjalanan. Hari ini adalah awal dari pengabdian yang lebih luas. Ke mana pun kalian melangkah, jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat terbaik dalam hidup kalian, sebagai kompas yang mengarahkan setiap keputusan, dan sebagai sumber kekuatan ketika menghadapi ujian kehidupan,” pesannya.

Beliau juga mengajak para lulusan untuk menjadi mahasiswa, profesional, pemimpin, dan dai yang mampu membawa nilai-nilai Islam ke tengah masyarakat serta memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi umat manusia.

Momen paling mengharukan terjadi ketika Abi Jhon menyampaikan apresiasi khusus kepada para orang tua yang telah memperjuangkan pendidikan putra-putrinya dengan penuh kesabaran dan pengorbanan.

Dengan suara yang penuh ketulusan, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan para santri hari ini tidak terlepas dari doa-doa panjang yang dipanjatkan oleh ayah dan bunda.

“Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi Bapak dan Ibu sekalian. Di balik keberhasilan anak-anak kita terdapat doa-doa panjang yang tidak pernah putus, pengorbanan yang tidak pernah dihitung, serta air mata dan kesabaran yang hanya Allah yang mampu membalasnya,” tuturnya.

Atas nama keluarga besar elTAHFIDH Indonesia, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMA Qur’an elTAHFIDH.

“Semoga seluruh pengorbanan Bapak dan Ibu menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga hari akhir. Dan semoga anak-anak yang hari ini diwisuda menjadi penyejuk hati, kebanggaan keluarga, kebanggaan umat, dan kebanggaan bangsa,” ujarnya yang disambut haru para hadirin.

Menutup sambutannya, Abi Jhon mengajak seluruh elemen umat untuk terus berinvestasi dalam pendidikan Al-Qur’an sebagai jalan membangun masa depan Indonesia dan kebangkitan peradaban Islam.

“Jika kita ingin membangun peradaban Islam yang agung, maka kita harus membangun generasi Qur’an. Karena setiap anak yang dekat dengan Al-Qur’an sesungguhnya adalah benih peradaban yang sedang kita tanam untuk masa depan,” pungkasnya.

Haflah Akhir Sanah SMA Qur’an elTAHFIDH tahun ini menjadi lebih dari sekadar acara wisuda. Ia menjadi momentum syukur, refleksi perjuangan, sekaligus pengingat bahwa lahirnya generasi Qur’ani adalah investasi jangka panjang untuk masa depan umat, bangsa, dan peradaban.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top