Dua Grand Master Hadir di Pesantren Qur’an elTAHFIDH, Taekwondo Santri Penghafal Al-Qur’an Curi Perhatian Tokoh Nasional dan Internasional

eltahfidh

Bogor – Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Taekwondo Geup Periode II Tahun 2026 di Pesantren Qur’an elTAHFIDH, Cileungsi, Kabupaten Bogor, berlangsung istimewa. Bukan hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan para santri penghafal Al-Qur’an dalam olahraga taekwondo, kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari dua tokoh besar dunia taekwondo, baik tingkat nasional maupun internasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Grand Master Kwak Young Min, perwakilan Kukkiwon (World Taekwondo Headquarters) untuk Indonesia sekaligus pemegang Sabuk Hitam Kehormatan Dan VIII Kukkiwon, serta Grand Master Ir. Tb. Indra Mulia A. Zoehri, Dan VIII Kukkiwon, selaku Penasehat Teknis PPTEI, tokoh senior taekwondo Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Kehadiran dua Grand Master tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Taekwondo Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPTEI) dan elTAHFIDH Indonesia. Tidak banyak lembaga pendidikan yang memperoleh kesempatan menghadirkan sekaligus dua tokoh berpengaruh dalam dunia taekwondo pada satu kegiatan pembinaan santri.

Taekwondo Santri Menarik Perhatian PBTI

Sebagai salah satu tokoh yang telah lama berkiprah dalam perkembangan taekwondo nasional, Grand Master Ir. Tb. Indra Mulia A. Zoehri memberikan apresiasi terhadap model pembinaan yang diterapkan di lingkungan Pesantren Qur’an elTAHFIDH.

Sebelum menjabat sebagai Staf Khusus PBTI, beliau dikenal luas sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBTI periode 2021–2025 dan turut berperan dalam berbagai program pengembangan taekwondo di Indonesia.

Menurutnya, pembinaan taekwondo yang dipadukan dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai Al-Qur’an merupakan konsep yang sangat positif dalam membentuk generasi muda Indonesia.

Kehadiran beliau sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di lingkungan pesantren semakin mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan olahraga nasional.

Grand Master Kwak Young Min: “Saya Menemukan Islam yang Indah”

Sementara itu, perhatian khusus juga datang dari Grand Master Kwak Young Min yang berkesempatan menyaksikan langsung aktivitas para santri selama kegiatan berlangsung.

Di hadapan peserta dan tamu undangan, beliau mengungkapkan kesan mendalam setelah melihat bagaimana para santri mampu memadukan hafalan Al-Qur’an, akhlak yang baik, serta disiplin dalam berlatih taekwondo.

“Saya menemukan Islam yang indah di sini,” ungkap Grand Master Kwak Young Min.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan UKT kali ini. Bagi keluarga besar elTAHFIDH Indonesia, apresiasi tersebut merupakan pengakuan bahwa pendidikan Islam yang mengedepankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan keterampilan mampu menghadirkan citra Islam yang damai dan membangun.

Visi PPTEI Mencetak Generasi Qur’ani yang Tangguh

Pembina Taekwondo Penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPTEI), Dr. H. Jhon Edy Rahman, menjelaskan bahwa program taekwondo di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani yang kuat secara fisik dan kokoh secara mental.

Menurutnya, santri masa depan harus memiliki kemampuan menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.

“Kami ingin melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia, disiplin, mandiri, sehat, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan serta kehadiran tokoh-tokoh besar taekwondo menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.

Dari Pesantren Lahir Generasi Berkelas Dunia

Kehadiran Grand Master Kwak Young Min dan Grand Master Ir. Tb. Indra Mulia A. Zoehri dalam satu kegiatan menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan elTAHFIDH Indonesia dan PPTEI mulai mendapatkan perhatian luas.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, model pendidikan yang mengintegrasikan Al-Qur’an, karakter, dan olahraga dinilai mampu menjadi salah satu solusi untuk melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Dari arena sederhana di lingkungan pesantren, para santri penghafal Al-Qur’an menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sedang menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga sedang mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang sehat, disiplin, berprestasi, dan siap mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Kegiatan UKT Taekwondo Geup Periode II Tahun 2026 pun menjadi lebih dari sekadar ujian kenaikan sabuk. Ia menjadi simbol kolaborasi antara dunia pendidikan Islam, olahraga nasional, dan komunitas taekwondo internasional dalam membentuk generasi masa depan yang kuat, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top