
BOGOR— Di tengah hiruk-pikuk arus modernisasi dan digitalisasi yang melanda generasi muda, sebuah pemandangan sejuk sekaligus mengharukan terekam dalam gelaran Wisuda Qur’an Akbar 9 elTAHFIDH Indonesia pada Sabtu (23/5/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung apresiasi bagi para penjaga kalam Ilahi. Penghargaan berharga diserahkan langsung oleh Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn, dengan disaksikan langsung oleh tokoh ulama nasional sekaligus Founder & Pengasuh elTAHFIDH Indonesia, KH. Dr. Muslih Abdul Karim, MA, serta jajaran pimpinan lembaga.
Dari ratusan wisudawan, tiga nama santri ikhwan (laki-laki) mencuat sebagai Wisudawan Qur’an Terbaik. Dedikasi, air mata, dan konsistensi mereka dalam mengkhatamkan serta menguji hafalan 30 juz Al-Qur’an berhasil menginspirasi ribuan pasang mata yang hadir.
Profil 3 Ksatria Al-Qur’an Terbaik elTAHFIDH Indonesia
Keberhasilan ketiga wisudawan terbaik ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bisa dihafalkan dan diresapi oleh berbagai jenjang usia, mulai dari usia sekolah menengah hingga bangku perkuliahan.
- Abigail Nizam Alvaro: Tuntaskan 30 Juz dalam Satu Majelis
Duduk di bangku Kelas XI SMA Qur’an elTAHFIDH, remaja yang merupakan putra dari pasangan Bapak Sarwono Nurdiansyah dan Ibu Alfiyah ini menorehkan prestasi yang luar biasa. Tidak hanya menghafal 30 juz, Abigail sukses menempuh ujian tasmi’ (memperdengarkan hafalan) 30 juz sekaligus dalam satu majelis (satu kali duduk). Sebuah ujian ketahanan mental, fisik, dan spiritual yang hanya bisa dilalui dengan fokus tingkat tinggi.

2. Yahya Ayyas Arridho: Mahasiswa Da’i Penjaga Wahyu
Menghafal Al-Qur’an di usia dewasa memiliki tantangan tersendiri, namun hal itu bukan halangan bagi Yahya. Mahasiswa Program Da’i Hafal Qur’an elTAHFIDH putra dari Bapak Wasrin dan Ibu Rodiah ini berhasil menuntaskan hafalan 30 juznya. Ia juga membuktikan kualitas hafalannya dengan berhasil men-tasmi’-kan 25 juz hafalan di hadapan para penguji.

3. Umar Affan: Mahkota Cahaya di Usia Belia
Meski baru duduk di kelas IX SMP Qur’an elTAHFIDH, kedewasaan berpikir Umar Affan dalam menjaga Al-Qur’an patut diacungi jempol. Putra dari Bapak Wirawan dan Ibu Presiana Dewi ini resmi menyandang gelar hafiz 30 juz di usia belia, lengkap dengan prestasi tambahan telah men-tasmi’-kan 7 juz hafalan dalam satu majelis.Sinergi Melahirkan Generasi Emas
Keberhasilan para santri ini tidak lepas dari ekosistem pendidikan yang dibangun oleh elTAHFIDH Indonesia. Riuh rendah tepuk tangan dan derai air mata haru orang tua pecah saat prosesi penghargaan berlangsung.

“Ini bukan sekadar tentang menghafal teks, melainkan tentang membentuk karakter, mentalitas, dan masa depan bangsa melalui nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkap salah satu pengasuh di sela-sela acara.
Di era di mana gawai sering kali menyita waktu remaja, kisah Abigail, Yahya, dan Umar adalah sebuah anomali yang positif. Mereka adalah bukti nyata bahwa Indonesia tidak kekurangan stok generasi muda yang berprestasi, religius, dan siap menjadi motor penggerak kebaikan di masa depan.
Selamat dan sukses kepada para Wisudawan Terbaik. Semoga mahkota cahaya yang kalian tenun di dunia, menjadi penolong bagi kedua orang tua di akhirat kelak.

