
Bogor, 28 Februari 2026 — Dalam suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H, elTAHFIDH Indonesia menggelar kegiatan Iftor Jama’i dan Peringatan Nuzulul Qur’an pada Sabtu (28/2/2026). Mengusung tema “Bersama Ramadhan Kita Tingkatkan Keimanan, Ketaqwaan dan Kemanfaatan”, kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang mempererat ukhuwah sekaligus memperkokoh nilai-nilai Qur’ani di lingkungan pendidikan.
Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn, serta narasumber utama, KH. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, yang memberikan tausiyah mendalam tentang makna Nuzulul Qur’an dalam membangun peradaban umat.
Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar elTAHFIDH Indonesia, mulai dari jajaran pimpinan, manajemen, dewan guru, musyrif/ah, santri dan santriwati, hingga orang tua dan wali santri. Seluruh peserta memadati GOR Dzulkarnain Islamic Boarding School elTAHFIDH dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi momentum transformasi diri dan institusi. Ia mengajak seluruh civitas elTAHFIDH untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber inspirasi kepemimpinan, serta landasan dalam membangun generasi berkarakter.
“Ramadhan adalah madrasah ruhiyah. Di bulan inilah kita diuji untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa, sekaligus memperluas manfaat bagi sesama. Generasi Qur’ani bukan hanya kuat hafalannya, tetapi juga kuat akhlaknya dan besar kontribusinya,” tegas beliau.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Aunur Rafiq Saleh Tamhid menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan. Ia mengingatkan bahwa turunnya Al-Qur’an adalah cahaya yang membebaskan manusia dari kegelapan jahiliyah menuju peradaban ilmu dan akhlak.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan. Ketika Al-Qur’an hadir dalam hati, maka lahirlah pribadi yang jujur, amanah, disiplin, dan penuh kasih sayang. Inilah fondasi utama membangun umat yang unggul,” ungkapnya di hadapan ratusan peserta yang menyimak dengan penuh kekhusyukan.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri, dilanjutkan sambutan, tausiyah, doa bersama, dan ditutup dengan buka puasa bersama (iftor jama’i). Momen berbuka menjadi simbol persatuan dan kebersamaan, memperkuat silaturahmi antar seluruh elemen lembaga.

Atmosfer kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa. Para orang tua dan wali santri menyampaikan apresiasi atas komitmen elTAHFIDH Indonesia dalam menghadirkan program-program pembinaan ruhiyah yang tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga spiritual dan sosial.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran elTAHFIDH Indonesia sebagai lembaga pendidikan berbasis tahfidz yang konsisten membangun generasi Qur’ani berkarakter, berintegritas, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Melalui Iftor Jama’i dan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H ini, diharapkan semangat Ramadhan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menjadi energi perubahan yang terus mengalir dalam setiap aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Ramadhan bukan sekadar momentum tahunan, melainkan titik tolak lahirnya generasi pejuang Al-Qur’an yang siap membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat.



