
elTAHFIDH Indonesia kembali menghadirkan program inspiratif dalam rangkaian Serial Ramadhan 1447 H. Pada Sabtu, 20 Februari 2026, lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an tersebut menggelar Parenting Series bersama Founder & CEO elTAHFIDH Indonesia; Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn dengan mengangkat tema strategis, “Agenda di Balik Pengelompokan Generasi dalam Perspektif Kepemimpinan.”
Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar elTAHFIDH Indonesia, mulai dari jajaran pimpinan, manajemen, dewan guru, musyrif dan musyrifah, santri dan santriwati, orang tua/wali santri, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran langsung serta partisipasi aktif secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi elTAHFIDH Indonesia.
Dalam pemaparannya, Tokon Pendidikan yang kerap disapa Abi Jhon ini, menyoroti fenomena maraknya pelabelan generasi seperti Gen Z, Milenial, dan Gen X yang kerap menjadi dasar dalam menentukan pendekatan pendidikan maupun pola kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa pengelompokan generasi sejatinya merupakan alat analisis sosial, namun jika tidak disikapi secara bijak, dapat menjadi sekat yang membatasi potensi kepemimpinan seseorang.
“Jangan sampai label generasi justru melemahkan daya juang dan tanggung jawab. Kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh tahun kelahiran, tetapi oleh visi, integritas, dan keberanian mengambil peran,” tegasnya di hadapan para peserta.
Materi yang disampaikan mengajak peserta untuk berpikir kritis terhadap narasi besar yang berkembang di masyarakat. Pengelompokan generasi dinilai memiliki sisi positif sebagai sarana memahami karakteristik zaman. Namun di sisi lain, terdapat potensi agenda tersembunyi yang dapat memecah belah, menciptakan stereotip, bahkan menurunkan standar ekspektasi terhadap generasi tertentu.
Dalam perspektif kepemimpinan Islam, setiap individu dipandang sebagai pemimpin sesuai kapasitasnya, tanpa dikotak-kotakkan oleh kategori sosial. Karena itu, elTAHFIDH Indonesia mendorong seluruh elemen pendidikan untuk membangun paradigma kepemimpinan berbasis nilai, bukan berbasis label.
Para peserta juga diajak merefleksikan peran orang tua dan pendidik dalam membentuk karakter anak-anak di tengah arus informasi digital yang sangat cepat. Parenting Series ini menjadi momentum untuk menyatukan visi antara sekolah dan keluarga dalam mencetak generasi pejuang Al-Qur’an yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap kokoh dalam prinsip.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah orang tua dan guru menyampaikan pertanyaan serta pandangan terkait tantangan mendidik anak di era modern yang sarat dengan distraksi dan pengaruh global. Narasumber menekankan pentingnya keteladanan, komunikasi yang sehat, serta penguatan visi hidup sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.
Serial Ramadhan 1447 H ini menjadi bukti komitmen elTAHFIDH Indonesia dalam menghadirkan ruang-ruang edukatif yang mencerahkan, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat luas. Program ini diharapkan mampu melahirkan kesadaran kolektif bahwa kepemimpinan bukan soal generasi mana yang lebih unggul, melainkan tentang siapa yang paling siap mengambil tanggung jawab dan memberi kontribusi nyata.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, elTAHFIDH Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada tahfizh Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai Islam. Serial Ramadhan ini akan terus berlanjut dengan tema-tema strategis lainnya yang relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman.









