
elTAHFIDH INDONESIA – Sholat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang sudah baligh.
Seorang laki-laki dikatakan sudah baligh di tandai dengan mimpi basah dan bagi perempuan di tandai dengan haid.
Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan sholat menjadi tidak sah:
1. Tidak Berwudhu atau Wudhu yang Tidak Sempurna
Wudhu adalah syarat sahnya sholat, seseorang sholat tanpa berwudhu atau wudhunya tidak sempurna, karena ada bagian yang tidak terkena air, maka sholatnya tidak sah.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Artinya: “Tak akan diterima sholatnya orang yang berhadats sampai ia berwudhu,” (HR. Al-Bukhori).
Berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah Al-Maidah ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”
2. Tidak Menutup Aurat
Menutup aurat adalah syarat sah sholat, bagi laki-laki, harus menutup antara pusar dan lutut.
Namun, bagi seorang perempuan harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Abdurrahman Ba’lawi dalam kitab Bughyatul Murtarsyidin:
يشترط الستر من أعلاه وجوانبه لا من أسفله الضمير فيها عائد إما على الساتر أو المصلي ، والمراد بأعلاه على كلا المعنيين في حق الرجل السرة ومحاذيها ، وبأسفله الركبتان ومحاذيهما ، وبجوانبه ما بين ذلك ، وفي حق المرأة بأعلاه ما فوق رأسها ومنكبيها وسائر جوانب وجهها ، وبأسفله ما تحت قدميها ، وبجوانبه ما بين ذلك
Artinya: “Syarat sahnya sholat adalah harus menutupi aurat baik dari arah atas atau samping, kecuali arah bawah, Maksud dari arah atas bagi laki-laki adalah menutupi pusar serta anggota yang lurus dengan pusar.
3. Tidak Menghadap Kiblat
Menghadap kiblat adalah salah satu rukun sholat, jika seseorang sengaja atau karena kelalaian tidak menghadap kiblat, maka sholatnya tidak sah.
Hal tersebut sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 149:
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu, Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
4. Meninggalkan Rukun Sholat
Ada 13 rukun sholat yang wajib dilaksanakan, jika salah satu rukun ini ditinggalkan, seperti tidak membaca surah Al-Fatihah, maka sholatnya tidak sah.
Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Artinya: “Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca Surat al-Fatihah,” (Shahih Bukhari, Hadits Nomor 714).
5. Berbicara atau Tertawa
Berbicara atau tertawa dengan sengaja dapat membatalkan sholat, karena sholat harus dilakukan dengan penuh khusyukan.
Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:
النَّاسِ إِنَّمَا هِيَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيْرُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ
Artinya: “Sholat ini tidak boleh di dalamnya ada sesuatu dari perkataan manusia. Sholat itu hanyalah tasbih, takbir dan bacaan Al-Quran,” (HR. Muslim, Ahmad, An-Nasa’i dan Abu Daud).
6. Tidak Tuma’ninah
Tuma’ninah adalah berhenti sejenak dalam setiap gerakan sholat, seperti saat rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
Apabila seseorang dalam sholatnya tidak tuma’ninah maka sholatnya tidak sah.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan dalam haditsnya begitu pentingnya tuma’ninah dalam sholat:
إِنَّ أَسْوَأَ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ صَلَاتَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُهَا قَالَ لَا يُتِمُّ رُكُوعَهَا وَلَا سُجُودَهَا
Artinya: “Seburuk-buruknya pencuri adalah yang mencuri dari sholatnya, ‘Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?, Rasulullah bersabda, Dia tidak sempurnakan ruku’ dan sujudnya’,”(HR Imam Ahmad).
7. Adanya Najis pada Tubuh, Pakaian, atau Tempat Sholat
Kebersihan dari najis adalah syarat sahnya sholat, jika ada najis pada tubuh, pakaian, atau tempat sholat, maka sholatnya menjadi tidak sah.
Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:
مفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Artinya: “Kunci sholat adalah kesucian, pengharamannya (terikat dalam sholat) adalah takbir, dan pelepasnya adalah salam,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Darimi & Ahmad).
Memahami dan menghindari hal-hal yang dapat membatalkan sholat sangat penting, dengan demikian, sholat yang dilakukan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.
________________
Sumber: www.detik.com

