
Cileungsi, 9 Agustus 2025 — Keluarga besar elTAHFIDH Indonesia kembali memperkokoh komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui kegiatan Leadership & Management Training (LMT) yang diselenggarakan di GOR Zulkarnain, Sabtu pagi ba’da Subuh hingga pukul 06.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, SH., M.Kn., yang selama ini dikenal sebagai figur sentral dalam pengembangan manajemen kepemimpinan di lingkungan elTAHFIDH Indonesia.
Pelatihan ini dihadiri oleh para asatidz, pimpinan unit, jajaran manajemen, serta keluarga besar elTAHFIDH Indonesia dari berbagai wilayah. Momentum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai dasar kepemimpinan, terutama mengenai Amanah dalam Kepemimpinan, yang menjadi fondasi setiap gerakan organisasi berbasis nilai-nilai Qur’ani.
Amanah dalam Kepemimpinan sebagai Fondasi Utama
Dalam pemaparannya, Abi Dr. Jhon Edy Rahman menegaskan bahwa Amanah dalam Kepemimpinan bukan sekadar konsep moral, tetapi merupakan prinsip inti yang harus hidup dalam setiap tindakan seorang pemimpin. Beliau menekankan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kecerdasan strategis, tetapi juga perlu mengutamakan integritas, keteladanan, dan tanggung jawab moral yang tinggi.
“Seorang pemimpin harus menjadi teladan dalam ucapan dan perbuatan, karena kepemimpinan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas beliau di hadapan seluruh peserta.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin bukan hanya mengatur dan mengarahkan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT, lembaga, dan orang-orang yang ia pimpin. Inilah nilai yang terus ditanamkan dalam budaya organisasi elTAHFIDH Indonesia: bahwa kepemimpinan adalah ibadah dan bentuk pengabdian.
Kepemimpinan Visioner sebagai Kebutuhan Zaman
Selain amanah, materi yang disampaikan juga mempertegas pentingnya Kepemimpinan Visioner. Menurut Abi Jhon, perubahan zaman yang cepat menuntut seorang pemimpin mampu melihat jauh ke depan, membaca peluang, dan mengantisipasi tantangan. Pemimpin visioner tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi menyiapkan arah strategis jangka panjang.
Beliau menjelaskan bahwa lembaga pendidikan dan dakwah seperti elTAHFIDH Indonesia memerlukan pemimpin dengan pemikiran terbuka, adaptif, dan inovatif, namun tetap berpegang pada prinsip syariat. Kepemimpinan Visioner harus selaras dengan nilai Qur’ani, sehingga arah gerak organisasi tetap berada dalam koridor kebaikan dan kemaslahatan umat.
Pemimpin visioner, menurut beliau, adalah mereka yang:
- mampu membangun visi yang jelas, kuat, dan realistis,
- mengajak timnya bergerak bersama,
- menciptakan budaya kerja yang positif dan produktif,
- serta menumbuhkan rasa percaya dan loyalitas.
Tanggung Jawab Seorang Pemimpin dalam Mewujudkan Organisasi Unggul
Pada sesi berikutnya, Abi Jhon memperdalam pembahasan mengenai Tanggung Jawab Seorang Pemimpin, yang mencakup tanggung jawab spiritual, moral, sosial, dan profesional. Seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab dalam penyusunan strategi, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan dengan benar, adil, dan transparan.
Beliau menyampaikan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab untuk:
- Menguatkan struktur organisasi melalui tata kelola yang rapi dan sistematis.
- Membangun SDM yang unggul, baik dari peningkatan kompetensi maupun pembinaan akhlak.
- Menjaga keutuhan visi-misi lembaga dengan konsistensi dan kesungguhan.
- Menjadi teladan dalam etika kerja, kedisiplinan, dan adab Qur’ani.
- Memastikan keberlanjutan program yang memberi manfaat jangka panjang bagi umat.
Dengan memahami tanggung jawab ini, peserta semakin menyadari bahwa kepemimpinan tidak boleh dipandang sebagai kehormatan, melainkan kewajiban besar yang harus dijalankan dengan penuh amanah.
Materi Strategis dan Dinamis: Membangun SDM Berdaya Saing Tinggi
Materi dalam kegiatan Leadership & Management Training tahun ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam:
- manajemen perencanaan,
- penguatan visi-misi lembaga,
- penyusunan program kerja,
- pengembangan sumber daya manusia,
- hingga manajemen komunikasi dan pelayanan.
Semua materi disusun agar selaras dengan nilai Qur’ani, sehingga pengembangan kualitas tidak hanya bersifat duniawi, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan amal jariyah.
Para peserta mengikuti materi dengan antusias. Sesi tanya jawab berlangsung hangat, memunculkan beragam pandangan, gagasan, dan semangat baru dalam membangun lembaga. Suasana tersebut menunjukkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi momentum penyegaran semangat kepemimpinan yang lebih kuat.
Keseragaman Seragam sebagai Simbol Kebersamaan
Keindahan pelaksanaan kegiatan semakin terasa dengan keseragaman seragam peserta. Para ikhwan tampil rapi dengan koko putih dan peci hitam, sementara para akhwat mengenakan jilbab putih yang mencerminkan kekompakan, kesucian niat, serta keikhlasan dalam mengikuti pelatihan ini.
Keseragaman tersebut bukan hanya bentuk estetika, tetapi juga simbol persatuan. Seluruh peserta datang dengan niat yang sama: memperbaiki diri, memperkuat amanah, dan meningkatkan kualitas kepemimpinan demi kemajuan elTAHFIDH Indonesia.
Meneguhkan Langkah Menuju Kepemimpinan yang Berkah
Di akhir kegiatan, doa dan harapan dipanjatkan agar seluruh ilmu yang diberikan menjadi pemberat amal dan membawa keberkahan bagi lembaga. Nilai Amanah dalam Kepemimpinan diharapkan terus hidup dalam setiap langkah jajaran elTAHFIDH Indonesia, sehingga seluruh aktivitas lembaga menjadi amal jariyah yang diridhai Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberkahi setiap ilmu yang telah dibagikan, memudahkan langkah seluruh jajaran elTAHFIDH Indonesia dalam menjalankan amanah kepemimpinan, serta menjadikan setiap upaya sebagai amal jariyah yang mengalir tanpa putus. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.







